Archive | 2:50 pm

Videokeman

9 May

videokeman mp3
Vanilla Twilight – Owl City Song Lyrics

[FF] My Peppermint Winter 1 (Two Shoot)

9 May

 

Judul FF                    : My Peppermint Winter 1 (TWO SHOOT)

Nama Author       : Similikiti_balabala

Cast                            : Kyuhyun, Seohyun, Donghae, Yoona                                         

Genre                         : Romance, Sad

Type                           : Two Shoot

Hmmm … author lg seneng bikin one shoot nih =P

Untuk lanjutan my naughty king n mr and mrs cho sabar yaa … hehe =D

Untuk gaya nulis kali ini agak beda, ga tau deh kacau or ga. Mianhae kalo aneh n gajebo =D

Happy reading yaa chinguuu … Jgn lupa komennya selalu … gomawo.

***

Bagiku, musim dingin selalu teramat dingin bagiku

Hingga mampu membekukan perasaan yang seharusnya dapat menghangat

Entahlah … mungkin karena dia tak juga pulang

Dan terlebih karena dia telah berjanji padaku

 

Apakah musim dingin kali ini masih tetap dingin bagiku?

Kalaupun tak berubah …

aku hanya ingin musim dingin kali ini

seperti sebuah peppermint yang mampu menyejukkan hati dan perasaanku

-Seohyun-

***

Flashback

Dear Diary …

Akhirnya … liburan sekolah berakhir juga. Huuuuhhh … masuk sekolah lagi!! Belajar lagi, ngerjain PR lagi, ujian lagi, hah … pokoknya sibuk lagi!!  Tidak ada waktu santai. Apalagi sekarang aku sudah kelas 3. Pasti akan sibuk belajar terus. Semua itu hanya kulakukan untuk kelulusan terbaikku.

            Hmmm, kali ini aku sekelas sama siapa ya?? Uuuhhh … mudah-mudahan tidak sekelas sama si jelek Kyuhyun. Bisa-bisa aku kalah saing lagi sama dia. Dan pastinya … nenek, kakek, appa, dan umma, akan membandingkan aku dengan dia. Seperti waktu-waktu sebelumnya. Sangat menyebalkan!!! Setiap kali ujian, nilai aku selalu kalah dengan dia. SEBALLL … ! Kalau dia bukan sepupu aku, mungkin tidak masalah. Mungkin keluargaku juga tidak akan membandingkan aku dengan dirinya. Aigooooo … kapan ya aku bisa mengalahkan si jelek itu??!! AWAS, CHO KYU HYUN JELEK !!

 Seororo (@_@)

“YA! Pabo! Sampai kapan mau nulis catatan tidak penting seperti itu?! Sudah telat nih! Roti belum dimakan, susu belum diminum. Hah .. dasar lelet!!” ketus Kyuhyun sebelum membasahi bibirnya dengan segelas air putih.

“Ne … Ne … Chankamma! Lagipula ini kan baru hari pertama sekolah, telat-telat sedikit juga tak apa,” balas Seohyun sambil sesekali menyantap roti panggangnya.

“Dasar pemikiran kuno! Bagaimana bangsa Korea mau maju, kalo satu juta orang masih berpikiran yang sama seperti dirimu. Pokoknya 5 menit lagi. Kalau belum selesai juga, aku tinggal !!” tegas Kyuhyun sambil berlalu dari meja makan.

“Mwo??! Lihat, Nek ! Cucu Nenek sok perfect!!”

“Sudahlah … Kalian berdua bertengkar terus. Padahal kan kalian saudara. Seharusnya kalian kompak!” lerai Nenek Seohyun menengahi. Seohyun hanya bisa manyun.

***

“Seohyuuuuunnn …. !!” teriak seseorang begitu Seohyun keluar dari mobil.

“Yoona …” sambut Seohyun gembira.

“Aku rindu padamu, Keroro ! Ommoooo … my best friend …. Tambah cantik saja …”  Yoona mencubit gemas pipi Seohyun. Seohyun meringis, memaklumi temannya yang hobi mencubit pipi merahnya.

“Hai juga Kyuhyun ! Lama tidak bertemu …” sapa Yoona begitu Kyuhyun keluar dari mobil. Kyuhyun hanya bersikap dingin.

“Eh, Yoong! Rambutmu belum berubah juga? Aigooo … bagaimana ini?! Ganti ya, sudah ketinggalan jaman model seperti ini!” gantian Seohyun yang mengomentari penampilan Yoona. Yoona hanya mesam-mesem. Padahal sebelum liburan, Yoona janji akan merubah penampilannya. Termasuk rambut panjangnya yang tidak pernah berganti model.

“Uhmm … bagaimana ya?? Aku sangat malas pergi ke salon. Sepertinya akan terasa aneh jika aku pergi ke salon …” Yoona beralasan.

“Sudahlah tidak usah cerewet! Pokoknya nanti sore kau harus ikut aku ke salon. Arraso??”

“Mwo?? Ke salon? Nanti sore bukannya kau harus pulang?? Ahjumma bilang, kau harus fitting baju untuk pesta besok malam …” Kyuhyun mengingatkan.

“Aigooo, aku lupa! Ah, tapi …” Seohyun tampak berpikir.

“Pokoknya aku tidak mau berbohong lagi kali ini! Aku tidak ingin lagi mencampuri urusanmu!!” ketus Kyuhyun sambil pergi meninggalkan Seohyun dan Yoona

“Kyuhyun, chankamma! Aku mohon sekali ini saja …. ” Seohyun memohon sambil berlari kecil mengiringi langkah kaki Kyuhyun yang begitu cepat. Sementara, Kyuhyun tak mempedulikannya.

“Cho Kyu Hyun! Dengarkan aku! Aku akan traktir apa saja yang kau inginkan, tapi aku mohon bantu aku lagi ya …” Seohyun masih terus memohon.

“Cukup!! Pokoknya aku tetap tidak mau bohong! Apapun alasannya, aku tak peduli!” bentak Kyuhyun.

“Mwo?? Menyebalkan! Dasar namja aneh!!” gerutu Seohyun kesal.

“Seohyun, bagaimana?” tanya Yoona sambil menarik napas panjang karena lelah mengejar langkah kaki Seohyun dan Kyuhyun.

“Haaahh … sudahlah lupakan dia!! Namja tak punya perasaan! Aneh!” teriak Seohyun sambil menatap tajam punggung Kyuhyun dari belakang.

“Tapi, Seo … Bukankah kau sudah sering menyuruh dia berbohong? Lagipula apa salahnya kau pulang ke rumah? Bukankah Appa dan Ummamu sudah sangat merindukanmu?? Dan kata Kyuhyun, kau besok ada acara makan malam ya? Wah, sepertinya akan menyenangkan …” ujar Yoona menyemangati.

“Haaahh … Yoong, kau tak akan mengerti …” keluh Seohyun.

“Wae?? Apakah ada masalah??”

“Yoong, tidak semua yang kau pikirkan sesuai dengan apa yang kau pikirkan. Walaupun Appa seorang pengusaha sukses dan punya segala macam, tapi dia tidak pernah tau apa yang diharapkan oleh anaknya. Yang ada di pikiran dia hanya bisnis, uang, dan kekayaan. Dan aku sangat tidak suka semua itu!” jelas Seohyun panjang lebar dengan penuh emosi.

“Aigooo … jadi karena itu selama ini kau tinggal bersama nenek dan kakekmu?” tanya Yoona. Seohyun mengangguk.

“Seohyun, apa kau sangat sedih?” tanya Yoona lagi.

“Sebenarnya tidak seperti itu … Aku sangat menyayangi mereka …”

“Mwo??”

“Ne, kalau aku sedih itu sama saja aku tidak bersyukur dengan kehidupan saat ini Aku masih beruntung mempunyai orang tua, terkadang aku selalu berpikir dengan kehidupan anak-anak yang berada di panti asuhan. Rasanya sangat menyedihkan. Mereka sudah tidak mempunyai orang tua. Jika dibandingkan dengan mereka, aku jauh lebih beruntung …”

“Ne, aku paham. Aku berharap secepatnya kau akan kembali ke rumah orang tuamu …”

“Ne, mungkin suatu saat aku akan kembali pada mereka …”

“Eh, bagaimana kalau sekarang kita mencari kelas?? Aku sudah tidak sabar  ingin tahu siapa saja yang sekelas denganku …” ajak Yoona sambil menggandeng erat tangan Seohyun.

“Aigoo, dimana ya namaku?! Nama kita berdua kok tidak ada ya?” keluh Yoona sambil terus mencari deretan namanya dan nama Seohyun pada daftar siswa yang tertempel di setiap kaca ruang kelas.

“Sabar, Yoong! Di sekolah ini ada sepuluh kelas … Mana mungkin nama kita berdua tidak ada…” jawab Seohyun santai.

“Ne, tapi mana? Jinjja??!” pekik Yoona hampir tak percaya.

“Wae??” tanya Seohyun penasaran

“Kita sekelas dengan Kyuhyun!” jawab Yoona sambil menunjuk-nunjuk namanya dan nama Seohyun dalam daftar.

“Aaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk …. !!!!!!!” teriak Seohyun kencang sambil menutup wajahnya. Seketika itu juga semua murid yang ada di sekelilingnya nampak bingung.

***

Dear Diary …

            Hari ini sangat menyebalkan! Hiks … hiks … hiks … Dan mungkin hari-hariku selanjutnya akan tidak menyenangkan. Huahhhh …. Kenapa aku harus sekelas dengan namja aneh itu?!!

            Walaupun dia sepupuku, tapi tidak tahu kenapa aku benci sekali sama dia. Tapi … tidak bisa bohong juga jika dia juga bisa jadi “pahlawan ” bagiku. Setiap ada masalah, dia selalu saja ada untuk menolong. Haaahh … tetap saja dia itu menyebalkan!! Gayanya “sok perfect”!! CHO KYU HYUN JELEK !!!

Seororo (@_@)

Seohyun meletakkan pulpen bertinta birunya. Bosan ! Pikirnya sekilas. Tak ada yang dapat dikerjakan. Ternyata, hari pertama masuk sekolah yang diidam-idamkan sebelumnya berubah menjadi sebuah klise kehidupan nyata yang malas untuk ia hiraukan. Apalagi hari ini, banyak ketidaksenangan yang ia dapatkan. Mau apa lagi ?? Takdir sudah menentukan dirinya untuk seperti itu. Seohyun hanya berharap, dibalik ketidaksenangannya kali ini ada banyak kegembiraan di dalamnya. Walaupun belum ia temukan sekarang. Mungkin nanti ….

Seohyun masih bingung dengan perasaan hatinya yang selalu bertentangan. Apalagi jika berpikir tentang Kyuhyun, sepupunya. Sebenarnya selama ini, Seohyun tak pernah memusingkan hal ini. Tapi, seiring waktu berjalan, masalah ini justru berbalik menjadi topik utama di tabloid otaknya.

Cho Kyu Hyun … Seribu pertanyaan tentang namja itu bagi Seohyun yang tinggal serumah dengannya. Kenapa namja itu aneh? Kenapa namja itu menyebalkan? Kenapa namja itu ajaib? Kenapa namja itu hidup? Kenapa namja itu baik ……… Kenapa namja itu ……… sem … pur … na … ? Sempurna … ?! Seohyun masih ragu apa benar kata terakhir yang ada di benaknya itu memang benar-benar ditujukan untuk Kyuhyun. Entahlah … Seohyun menggeleng. Bukan karena dia berpendapat “tidak” melainkan karena dia “tidak tahu”.

Seohyun pernah berpikir, bagaimana kehidupannya sepuluh tahun kemudian. Saat dirinya benar-benar sudah siap menikah dan telah mantap dengan pilihan hatinya. Tentunya saat itu, hidup Seohyun tidak lagi terusik dengan Kyuhyun, ya …. Seohyun berharap dalam hati. Namun pikiran lain bergabung juga di otaknya. Bagaimana kalau ternyata pilihan hatinya itu adalah Kyuhyun?? Seohyun tersenyum kecil mengingat hal itu kembali. Sudah dua kali hal itu terpikir di otaknya. Dan anehnya, pikiran itu muncul di saat Seohyun benar-benar kesal dengan Kyuhyun.

“Aigoo … ada yeoja tak waras!! Menakutkan …” ucap seseorang. Seohyun kaget. KYUHYUN!!

“Aaiiissshh, sedang apa kau memperhatikan aku?!” protes Seohyun setengah malu. Namun ia berusaha menutupi semua itu.

“It’s up to you! But, you are not crazy, are you?” balas Kyuhyun dengan logat British-nya yang selalu membuat orang terkagum-kagum pada dirinya.

Tanpa membalas, Seohyun langsung pergi meninggalkan Kyuhyun. Ia paling malas jika Kyuhyun sudah berbicara dengan bahasa inggris. Sejujurnya ia kalah dengan kemampuan bahasa inggris yang dikuasai oleh Kyuhyun.

“Seohyun!” sahut Kyuhyun kemudian.

Spontan, Seohyun menghentikan langkah kaki begitu namanya disebut.

“Mian, apa kita bisa berbicara sebentar??” Kali ini sikap Kyuhyun benar-benar beda. Dan baru kali ini Seohyun melihat Kyuhyun meminta maaf pada dirinya.

“Mau berbicara apa ?” Seohyun balik bertanya.

“Pilihlah gaun yang kau suka! Kalau sudah, beritahu aku …” ucap Kyuhyun singkat sambil memberikan banyak majalah pada Seohyun.

“Gaun? Kau dapat darimana semua majalah ini?? Tumben-tumbenan ….” Seohyun tampak  menyelidik. Ia masih belum percaya dengan sikap Kyuhyun.

“Sudahlah, tidak usah cerewet! Mau dibantu tidak? Katanya nanti sore kau mau pergi ke salon sama Yoona …” Kyuhyun menjelaskan.

“Oh iya … Aigoo, kau baik sekali! Gomawoo …” Spontan Seohyun memeluk Kyuhyun sambil berteriak-teriak kegirangan. Seketika itu pula wajah Kyuhyun berubah merah. Ia tidak mengira jika yeoja itu akan memeluknya.

“Omooo … mianhae. Aku terlalu senang, jadi tidak bisa mengontrol diri …” sadar Seohyun. Wajahnya juga berubah merah ketika melihat wajah Kyuhyun sudah memerah. Jujur, baru kali ini dirinya memeluk Kyuhyun seperti itu.

“Tapi ada syaratnya!” ujar Kyuhyun berusaha menetralkan perasaannya.

“Syarat …?”

“Ne! Kau harus benar-benar datang ke pesta itu dan aku tidak mau lihat kau datang terlambat …”

“Mwo? Kalau itu sih gampang! Aku janji akan datang tepat waktu.”

“Baiklah, aku pegang janjimu. Kalau sampai kau mengingkari janji, jangan harap aku akan membantumu lagi …” ucap Kyuhyun sambil berlalu meninggalkan Seohyun.

“Kyuhyun! Sekali lagi, kamsahamnida …” Seohyun tersenyum. Begitu juga Kyuhyun.

Secepat kilat Seohyun membuka diarinya. Seperti biasa, yeoja itu paling tidak bisa melupakan kejadian-kejadian yang menurutnya menarik utnuk diceritakan. Terutama tentang Kyuhyun.

Dear Diary …

            Ommoooo … senyum Kyuhyun manis sekali. Jujur, aku belum pernah melihat Kyuhyun setampan itu. Dan aku juga baru sadar kalau ternyata Kyuhyun sangat tampan. Tidak heran jika banyak murid yang mengirim surat ke dia. Memang benar dia namja yang sangat tampan Tapi, kenapa aku baru sadar sekarang ya??

            Hmmm … spesial untuk hari ini. Kyuhyun sangat berbeda. Walaupun awal-awal dia sempat menyebalkan, tapi ternyata dia memberikan bantuan lagi padaku. Jinjja??!! Ommooo!! Saranghae, Kyuhyun-aahh!! ^__^

            Chankamma … ! Chankamma … ! Sebenarnya ada apa ya dengan Kyuhyun? Tiba-tiba dia berbuat baik padaku. Biasanya dia tidak seperti itu. Hmm .. sudahlah lupakan! Yang penting aku hari benar-benar bahagia … Kamsahamnida, Kyuhyun =)

 Seororo (@_@)

***

            Seohyun melangkahkan kakinya dengan mantap. Berbalut gaun putih polos serta make-up yang sederhana, ia nampak sempurna. Kali ini, kebiasaannya yang selalu menghindar dari pesta makan malam keluarganya, tak ia lakukan. Entah kenapa, malam ini ia begitu bersemangat menghadiri pesta ini. Pesta?! Sejujurnya ia tidak begitu suka dengan pesta yang terlalu formal. Apalagi harus memakai gaun yang menurutnya terlalu risih untuk dipakai. Belum lagi tata cara yang harus dilakukannya saat makan malam.

“You look so beautiful …” sapa seseorang ketika Seohyun tiba di depan pintu masuk.

“Kyuhyun?? Uhmm … Kenapa kau tidak bilang jika acaranya seformal ini? Aku pikir kita hanya akan makan keluarga biasa …” Seohyun tampak bingung.

“Yang terpenting kau tidak salah kostum, ne?”

“Ne … Tapi, tetap saja aku tidak siap dengan semua ini.”

“Tidak siap? Menurutku, kau adalah orang paling siap di pesta malam ini. Kau terlihat sangat cantik …” ucap Kyuhyun lembut.

“Omooo … kau membuatku gugup!” protes Seohyun sambil memukul pelan lengan Kyuhyun.

“Aku benar-benar serius mengatakan hal itu ..”

“Sudahlah, aku mau masuk! Aku ingin bertemu dengan orang tuaku. Aku rindu pada mereka …”

“Ne, baiklah …”

Spontan Kyuhyun memegang erat tangan Seohyun. Sementara Seohyun tersentak. Kyuhyun ?! Hatinya bertanya-tanya.

“Mianhae … ” Seohyun melepas genggaman tangan Kyuhyun.

“Wae??”

“Aniyo, aku  …” Seohyun menghentikan kalimatnya, ia takut menyinggung perasaan Kyuhyun.

“This night, would you like to be my princess?? Please, just for this night …” ucap Kyuhyun sambil meraih tangan Seohyun kembali. Seohyun tampak bingung dengan sikap Kyuhyun. Ia bisa melihat raut wajah Kyuhyun yang berbeda dari biasanya.

“Kyuhyun?!” Seohyun semakin bingung.

“Ne … Wae??”

“Aniyo … ”

Seohyun tak berani berkomentar apa-apa. Ia masih belum percaya dengan sikap Kyuhyun malam ini. Hatinya merasa senang karena Kyuhyun telah berubah tetapi di sisi lain hatinya juga merasakan kegelisahan yang membuat ia sulit berpikir. Namun, ia tepis semua pikiran itu. Malam ini bukan saatnya untuk berpikir macam-macam. It’s time to party!! Pikirnya mantap.

“Seo, itu ahjumma dan ahjussi! Kajja kita ke sana !” ajak Kyuhyun sambil tetap memegang tangan Seohyun. Mereka berdua menghampiri kedua orang tua Seohyun.

“Anyeong, Appa … Umma !” sapa Seohyun pada kedua orang tuanya. Umma Seohyun tersenyum manis menyambut kehadiran Seohyun. Selama ini, yeoja itu telah meninggalkannya. Yeoja itu lebih memilih kehidupannya sendiri.

“You’re so beautiful tonight!” ujar Umma Seohyun bahagia. Akhirnya putri tunggal kesayangannya mau juga memakai gaun pesta, high heels dan menghadiri acara pesta keluarga besarnya.

“Mmm … Appa mau bertanya, ada angin apa kau mau datang ke acara pesta ini? Biasanya kau bahkan tidak peduli dengan kami …” Appa Seohyun tampak menyelidik.

“Appa … sudahlah … “ sergah Umma Seohyun. Ia tidak ingin suaminya memancing emosi Seohyun seperti pertemuan mereka terakhir kali.

“Hmm … baiklah,” ucap Appa Seohyun sambil berlalu. Terlihat dari raut wajah sang Appa bahwa namja itu masih belum dapat memaafkan sikap Seohyun selama ini.

“Seohyun, Umma mau menyapa tamu-tamu dulu ya. Kau nikmati pesta malam ini. Kyuhyun, temani Seohyun ya? Jaga dia jangan sampai kabur!” pesan Umma Seohyun.

“Ne, ahjumma !” jawab Kyuhyun sambil mengacungkan jempol secara sembunyi-sembunyi.

Seohyun masih terus tersenyum melihat Appa dan Ummanya. Ia baru menyadari satu hal. Appa dan Ummanya begitu ramah menyambut tamu-tamu yang berdatangan. Padahal tidak mudah bersikap seperti itu. Seharusnya ia bangga akan hal itu. Tapi, sayangnya, Seohyun tidak pernah dapat membuka mata untuk kedua orang tuanya. Menurutnya, Appa dan Ummanya hanya mementingkan uang daripada dirinya. Dan ia terlanjur sakit hati. Namun, malam ini Seohyun tidak mau mempermasalahkan hal itu. Ia hanya ingin pesta malam ini menjadi pesta terindah yang ia datangi. Karena, ia punya satu janji dengan Kyuhyun. Dan janji itu tak ingin ia ingkari.

“Appa dan Ummamu sangat ramah ya? Ternyata mereka tidak seburuk pikiranmu selama ini kan?” tanya Kyuhyun di sela-sela lamunan Seohyun.

“Oh … Eh … Ne …”

“Seharusnya kau lebih sering mengenal mereka. Walau bagaimanapun mereka adalah orang tuamu. Aku tahu kau sering kesal dengan sikap mereka berdua. Seolah mereka tidak punya waktu untukmu. Tapi, itu semua mereka lakukan hanya untukmu, Seohyun.”

“Ehmm … Kyuhyun! Mianhae … aku ingin kita mengganti topik pembicaraan …” ujar Seohyun dingin.

“Mianhae … aku tidak bermaksud …”

“Aniyo … aku hanya ingin menikmati pesta malam ini …” pinta Seohyun. Kyuhyun hanya mengangguk. Bagi Kyuhyun, Seohyun datang ke pesta ini dengan perasaan senang, itu sudah cukup. Ia tidak ingin melukai hati Seohyun lagi. Ia hanya ingin menunjukkan kepada Seohyun bahwa dirinya tidak sejahat dan seburuk pikiran Seohyun selama ini.

“Acara pembukaannya mulai jam berapa?” tanya Seohyun sambil menyantap cake di tangannya.

“Mungkin sebentar lagi … Wae?? Kau ingin kabur??” selidik Kyuhyun.

“Hmmm … aniyo!” jawab Seohyun sambil berpikir nakal. Sejujurnya ia ingin sekali kabur, tapi mengingat janjinya pada Kyuhyun, ia kembali mengurungkan niat tersebut.

“Pokoknya kau sudah janji. Kau harus tetap di sini …” ancam Kyuhyun.

“Ne …. Ne ….” Seohyun kembali menikmati cake dan sesekali melirik wajah Kyuhyun.

Ommoooo !!! Kyuhyun sangat tampan! Seandainya aku jadi yeojachingunya. Seohyun berpikir nakal.

“Tes … Tes … Ehmmm … Anyeong haseyo….” ucap seseorang dari atas panggung.

“Acaranya sudah mulai …” Kyuhyun memberitahu. Seohyun mengangguk.

“Kyuhyun?” sapa seseorang dari belakang Kyuhyun dan Seohyun.

“Umma??” Kyuhyun memeluk erat Umma-nya.

“Kau sudah besar … Kau sangat tampan…” puji Umma-nya sambil tersenyum

“Umma membuatku gugup … Oh iya, Umma masih ingat dengan yeoja ini?” tanya Kyuhyun sambil meraih tangan Seohyun yang sedang menikmati cake di tangannya. Tanpa sengaja, cake itu membuat bibir Seohyun tampak penuh dengan krimnya.

“Kyuhyun! Kau membuat Seohyun berlumuran krim di mulutnya…” ujar Umma Kyuhyun kaget. Spontan, Kyuhyun mengeluarkan sebuah saputangan dari jasnya dan membersihkan semua krim yang menempel pada bibir Seohyun. Sementara itu, Seohyun semakin gugup. Ia benar-benar tak berkutik.

“Kyuhyun, jebal persiapkan dirimu untuk naik ke atas panggung. Appa sudah menunggu di sana …”

“Mwo?? Memangnya ada apa Kyuhyun naik ke atas panggung?” tanya Seohyun bingung.

“Jadi kau tidak tahu, Seohyun? Kami akan …”

“Ehmmm … Umma! Nanti aku akan menyusul. Umma duluan saja.” Kyuhyun memotong pembicaraan Ummanya. Seohyun semakin tampak bingung.

“Ne, tapi kau jangan lama-lama …” pesan Umma Kyuhyun.

“Ne, Umma …”

“Seohyun, jeongmal mianhae … tapi kau benar-benar harus tahu.”

“Wae??”

“Uhmm .. kau janji tidak akan meninggalkan pesta ini untukku. Aku mohon tetaplah di sini.”

“Ne … Tapi …” jawab Seohyun ragu. Ia masih tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

“Baiklah … Aku akan naik ke atas panggung. Kau harus tetap di sini. Janji?”

Seohyun hanya mengangguk. Ia tak berani berkomentar. Dirinya sudah terlanjur janji dengan Kyuhyun. Namun, kegelisahannya kembali muncul. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang. Pikirannya kacau. Seohyun merasakan keanehan dalam hatinya.

“Baiklah … sekarang kita persilahkan keluarga Cho Jong Woon untuk berbicara. Waktu dan tempat kami persilahkan …” Seohyun menatap Kyuhyun samar-samar. Matanya tidak sanggup mencapai penglihatan yang begitu jauh. Namun, entah kenapa, ia tidak menginginkan kakinya untuk melangkah lebih dekat lagi.

“Baik … pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Anda semua yang telah bersedia hadir dalam acara malam hari ini. Terutama kepada adik kandung saya, Cho Song Ju, yang dengan senang hati menyediakan tempat untuk kita semua. Saya dan keluarga mengadakan acara ini dengan maksud untuk menjalin keakraban antara kita semua, sesama rekan kerja sekaligus rekan bisnis. Apalagi selama ini saya tidak pernah ada di Seoul. Untuk itu, pada malam hari ini saya datang ke Seoul untuk bertukar kabar dengan kalian semua. Sekaligus, menjemput putra saya, Cho Kyu Hyun, untuk segera mengikuti jejak karir saya di Amerika …”

Setetes airmata mengalir membasahi pipi Seohyun. Dadanya sesak. Pikirannya kacau. Amerika ?! Kyuhyun akan pergi ke Amerika ? Jadi, karena ini Kyuhyun … ???

Tanpa berpikir panjang, Seohyun meninggalkan tempat itu. Baginya, sudah jelas. Kyuhyun melakukan semua ini, karena ia punya maksud lain. Termasuk sikap baik Kyuhyun selama ini.

Pabo !! Pabo !! Berulang kali Seohyun mengecap dirinya pabo. Kali ini ia benar-benar menyesal. Menyesal karena telah percaya begitu saja pada Kyuhyun. Bagi dirinya sekarang, Kyuhyun hanya seorang pembohong ! Ya … Pembohong Besar !!

“Seohyuuuunn …” spontan Kyuhyun berteriak ketika mendapati Seohyun berlari keluar. Namun, ia kembali menenangkan dirinya. Kyuhyun tidak ingin merusak acara ini. Apalagi dia harus menghormati Appanya yang sedang berbicara di atas panggung.

Malam semakin larut. Seohyun masih enggan menghentikan langkahnya. Tangisnya terus memecah seiring dengan langkah kakinya.

Gaun indah ?! High heels ?! Pesta ?!. Lagi-lagi hati Seohyun sesak mengingat semua itu.

Ia tak tahu harus kemana, yang jelas ia tidak ingin bertemu Kyuhyun malam ini.

***

            Jam 11 malam. Kyuhyun merasakan kakinya begitu berat. Begitu juga tubuhnya yang hampir rapuh. Bukan lelah karena menjamu tamu-tamu undangan. Melainkan dirinya sudah tidak sanggup lagi berpikir bagaimana harus menjelaskan semuanya kepada Seohyun.

Namun malam ini juga ia harus memutuskan. Tak ada waktu lagi, pikirnya. Selintas, otaknya membuka memori tentang diary itu. Ya … Diary Seohyun! Hanya itu satu-satunya cara agar ia bisa menjelaskan semuanya kepada Seohyun.

Perlahan, Kyuhyun memasuki kamar Seohyun. Senyum kecil melintas di bibirnya begitu ia melihat banyak foto tergantung di dinding kamar Seohyun. Foto dirinya bersama Seohyun. Namun, tak lama, senyum itu pun pudar. Kyuhyun menyadari betul kalau dirinya telah menyakiti hati Seohyun. Dan mungkin, besok, foto-foto itu sudah tidak lagi berada di dinding ini. Seohyun pasti membencinya ! Dan akan membuang semua kenangan bersama dirinya!

“Seohyun, jeongmal mianhae …” ucap Kyuhyun pelan.

Tak lama, Kyuhyun mencari diary itu. Diary yang selalu dibawa oleh yeoja itu. Tapi, kali ini Kyuhyun yakin kalau Seohyun tidak membawanya.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun berhasil menemukan diary itu. Ya … ternyata di dalam laci. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun segera menulis sesuatu yang mungkin bisa membuat dirinya lebih berarti di mata Seohyun. Atau setidaknya Kyuhyun dapat menceritakan semua perasaannya selama ini. Termasuk perasaannya terhadap Seohyun yang sulit ia katakan secara langsung.

Dear Seohyun ….

            Seohyun-ahh … jeongmal mianhae …

            Aku tidak bilang jika aku harus pergi ke Amerika. Lagipula, tidak ada gunanya juga kau tahu. Bukankah selama ini kau membenci diriku?? Kau tidak suka jika aku tetap di sini bukan? Kau juga tidak suka jika aku selalu menjadi sainganmu di sekolah bukan? Tapi, bukan karena itu aku pergi ke Amerika. Aku punya tujuan lain.

            Mianhae … jika selama ini aku kurang bersikap baik padamu. Aku selalu marah-marah padamu. Aku juga tidak mengerti mengapa aku selalu mudah marah padamu. Padahal, kesalahan-kesalahan yang kau lakukan masih dalam batas wajar. Terkadang aku sering senyum sendiri setelah melakukan hal bodoh itu. Semua itu karena aku tidak tahan melihat wajah jengkelmu padaku.

            Aku masih ingat malam tahun baru saat kita hanya merayakannya berdua. Apa kau masih ingat dimana?  Waktu itu kita berdua kabur dari acara tahun baru keluarga besar kita. Kau bilang, kau sangat bosan dengan acara malam itu. Kemudian kau mengajakku kabur. Aku lucu melihat tampangmu waktu itu. Sepanjang jalan, kau terus menggerutu. Kau bilang kau sangat sebal memakai gaun, high heels, dan datang ke acara pesta.

            Aku selalu ingat pertanyaanmu malam itu …. Kau tanya padaku “Apa aku pernah jatuh cinta?” Tapi, malam itu aku belum bisa menjawabnya. Karena aku memang belum mengenal cinta. Waktu itu umur kita masih 11 tahun. Aku pikir, masih terlalu kecil untuk mengungkapkan sebuah cinta kepada orang lain. Namun sekarang … sebelum aku pergi, aku ingin kau tahu jawabannya.

            Aku … pernah jatuh cinta. Aku tidak tahu sejak kapan aku mulai merasakan hal itu. Tapi sampai sekarang, aku masih merasakan cinta itu. Bahkan semakin aku rasakan begitu lekat di hati ini.

            Saranghae … Seohyun- aahh … Saranghae …

            Sekali lagi jeongmal mianhae. Karena aku baru mengungkapkan perasaanku di saat aku akan pergi meninggalkanmu. Tapi, satu hal yang perlu kau ketahui. Aku akan kembali dengan perasaan yang sama saat musim dingin pada usia kita yang beranjak 25 tahun. Saat itu, mungkin kita akan kembali bertemu … Dan aku akan menyatakan perasaanku langsung padamu.  

                                                                                                                                                                                                                                                                                         _Cho Kyu Hyun

Kyuhyun meletakkan pulpen bertinta hitam milik Seohyun. Lalu menutup lembaran diary Seohyun dan  menyimpannya kembali di dalam laci.

“Seohyun, dimana kau ?” lirih-lirih terdengar suara Kyuhyun.

Malam ini adalah malam terakhir Kyuhyun berada di sini. Besok ia akan berangkat ke Amerika. Membawa segenap cintanya juga perasaannya terhadap Seohyun. Sejujurnya Kyuhyun masih ingin tetap berada di sini. Setidaknya sampai ujian akhir dilaksanakan dan ia dinyatakan lulus dari sekolah. Namun, keinginan orang tuanya yang membuat Kyuhyun tak bisa menolak. Bagi Kyuhyun, inilah saatnya ia harus menunjukkan balas budinya kepada kedua orang tuanya.   Terlepas dari itu, sudah 11 tahun Kyuhyun tinggal bersama Seohyun. Tak pernah terpikirkan oleh Kyuhyun jika perasaannya terhadap Seohyun akan berubah. Semula, di matanya, Seohyun hanyalah sepupunya yang sangat mustahil untuk ia cintai. Tapi kenyataannya, sekarang ia jatuh cinta pada yeoja itu. Yeoja yang tidak lain adalah sepupunya sendiri. Entah sejak kapan perasaan itu muncul, Kyuhyun sendiri juga tidak mengerti. Bahkan ia sempat memungkirinya. Namun, hati kecil memang tidak pernah bisa dibohongi. Dirinya memang jatuh cinta pada Seohyun!

Kini, Kyuhyun tak tahu harus berbuat apa. Cintanya harus ia tinggalkan saat ia baru menemukannya. Apalagi orang yang ia cintai, lagi-lagi harus terluka karenanya. Kyuhyun hanya berharap, Seohyun mau mengerti dengan keadaan ini. Tapi, bagaimana mungkin Seohyun akan mengerti keadaan ini sementara Kyuhyun sendiri tak pernah menyatakan perasaannya pada Seohyun.

***

            Pagi cerah. Tapi bagi Seohyun, pagi ini tidak secerah hari-hari sebelumnya. Biasanya, saat pagi seperti ini, ia dan Kyuhyun sudah adu mulut di depan neneknya. Membahas segala hal yang mungkin menurut orang tidak terlalu penting untuk dibahas. Namun, pagi ini beda. Ia merasakan benar-benar beda.

Tak lama Seohyun memencet tombol iphone-nya. Nenek! Menurutnya orang paling tepat untuk dihubungi adalah Neneknya. Bukan Kyuhyun!

“Yeoboseyo … Nenek? Ini Seohyun …”

“Seohyun, kau kemana saja? Kyuhyun dari semalam mencarimu. Ia baru saja pulang tadi pagi. Padahal ia sama sekali belum packing …” mendengar ucapan neneknya, Seohyun merasa bersalah. Kyuhyun mencarinya ?!! Bahkan Kyuhyun sampai tidak tidur karenanya ??! Tapi, kenapa Kyuhyun tidak mencoba untuk menghubunginya ?? Sejujurnya, semalaman Seohyun pun menunggu Kyuhyun untuk menghubunginya. Setidaknya Kyuhyun mau menjelaskan semuanya.

            “Ehmmm … Nenek. Kyuhyun berangkat ke Amerika jam berapa?” tanya Seohyun kemudian.

“Pesawatnya berangkat jam 9.25. Tapi dia berangkat dari rumah jam 8. Seohyun pulanglah … Nenek sangat khawatir denganmu, begitu juga dengan Kyuhyun.”

“Aku baik-baik saja, Nek …”

“Hmm … apa kau tidak ingin mengantar Kyuhyun ke bandara?”

“Sepertinya tidak, Nek.”

“Wae?”

“Nek, sudah dulu ya … Seohyun ada keperluan …”

Seohyun masih bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Menemui Kyuhyun? Tidak mungkin !! Ia tidak mau sakit hatinya semakin bertambah. Sudah cukup!! Pikirnya.

***

            Kyuhyun terus menatap jam yang menempel di lengannya. Setengah jam lagi ia akan berangkat. Ya … meninggalkan Seoul. Meninggalkan Neneknya. Meninggalkan teman-temannya. Dan juga meninggalkan cintanya. Lagi-lagi ia memikirkan Seohyun. Apa benar Seohyun begitu marah padanya ? Bahkan sampai detik terakhir perpisahannya, Seohyun tak kunjung ada ?

Menit jam berganti. Seiring dengan itu, hatinya semakin resah. Padahal jika ia mau, ia bisa saja menghubungi Seohyun sekarang. Sekedar mengucapkan selamat tinggal. Tapi, sekali lagi hati Kyuhyun enggan memencet nomor itu. Ia tak mau mencari masalah dengan Seohyun.

“Nenek yakin jika Seohyun tidak akan ke sini??” tanya Kyuhyun untuk meyakinkan.

“Sepertinya tidak … Ia tidak memberitahu alasannya …”

Seohyun, datanglah !! Dalam hati, Kyuhyun begitu mengharapkan kedatangan Seohyun. Ia tidak mau perpisahannya dengan Seohyun menjadi awal buruk dari kepergiannya ke Amerika. Ia tak bisa membayangkan bagaimana dirinya di Amerika? Memikirkan Seohyun, memikirkan cintanya, dan tentu saja memikirkan kenangannya selama ini …

“Kyuhyun …” sapa seseorang dari balik tubuh Kyuhyun. Nada bicaranya begitu pelan.

“Seohyun …” spontan Kyuhyun memeluk erat Seohyun.

“Seohyun, jeongmal mianhae …”

“Aku tidak mau memaafkanmu … ” Seketika tangis Seohyun memecah.

“Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku?” tanya Kyuhyun tepat di telinga Seohyun. Ia semakin mengeratkan pelukannya, mencoba meresapi semua perasaan yang dirasakan oleh yeoja itu.

“Pabo! Pabo! Aku membencimu!!” teriak Seohyun sambil melepas pelukan Kyuhyun.

“Seohyun, dengarkan aku … Aku akan kembali …”

“Aku tidak akan percaya dan aku tidak mau dengar semua ucapanmu …”

“Seohyun, aku terpaksa pergi ke Amerika karena keputusan Appa dan Umma …”

“Baiklah, itu pilihanmu … Aku tidak akan peduli!”

“Seohyun, aku mohon jangan seperti ini. Aku janji aku akan kembali …”

“Kau tidak perlu berjanji! Kalau kau memang ingin kembali … kembalilah! Aku sama sekali tidak peduli!” ketus Seohyun sambil berlalu meninggalkan Kyuhyun. Air matanya masih terus mengalir. Hatinya begitu sesak. Baru kali ini ia merasakan bahwa kehilangan seseorang sangatlah menyakitkan. Terlebih seseorang itu adalah teman bermainnya semenjak kecil. Walaupun ia sering bertengkar dengan Kyuhyun, tak bisa dipungkiri jika namja itulah yang paling mengetahui perasaannya. Namja itu pula yang selalu menolongnya saat ia membutuhkan pertolongan.

Kali ini Kyuhyun membiarkan Seohyun meninggalkannya. Bagi Kyuhyun, Seohyun mau menemuinya, itu sudah cukup. Walau bagaimanapun, Seohyun masih menghargai dirinya sebagai sepupunya. Tapi Kyuhyun tetap menyesal. Karena di saat pertemuan terakhirnya dengan Seohyun, ia harus melihat yeoja itu  menangis di hadapannya.

Seohyun, jeongmal mianhae… Percayalah, aku akan tetap menemuimu saat musim dingin ke-25 yang akan kita temui di Seoul.

            Tunggu aku, Seohyun-ahh …

***

            Hujan deras membasahi hampir seluruh pekarangan rumah Seohyun. Sebenarnya, bukan rumah Seohyun. Tetapi, karena dari kecil Seohyun sudah tinggal di sini, mau tak mau ia harus mengganggap rumah neneknya sebagai rumahnya. Karena di sinilah, di rumah yang tidak semewah rumah orang tuanya, ia memiliki sejuta kenangan. Ya … kenangan ! Dan kenangan itu kini harus ia lupakan.

Ia sudah lelah, ia ingin memulai hidup baru. Ia tak mau hanya karena kenangan itu, ia harus terpuruk tanpa maju sedikitpun. Sekarang ia sudah kelas 3. Ia tak ingin waktu singkatnya di kelas 3 ini terbuang sia-sia. Ia harus memikirkan bagaimana masa depannya nanti.

Dengan malas, Seohyun membuka laci meja belajarnya. Kegiatan rutin untuk menulis kalimat-kalimat di dalam diary-nya itu, tak pernah bisa ia tinggalkan. Menurut Seohyun, inilah satu-satunya harta yang paling berharga di matanya. Karena, dalam diary itulah, semua perasaannya dapat tertuang tanpa ada orang yang mengetahuinya.

Dengan perlahan, Seohyun membuka lembaran-lembaran diary itu. Menatap tulisannya yang cukup rapi. Serta gambar-gambar lucu yang selalu ia gambar ketika selesai menulis. Seohyun tersenyum melihat semua itu. Tapi, sejujurnya ia masih ingin menangis. Karena dalam diary itu, hanya Kyuhyun-lah yang menjadi topik utamanya. Ya … Kyuhyun ! Siapa lagi ?! Selama ini, yang memenuhi hari-harinya hanyalah Kyuhyun. Bagaimanapun Seohyun tak dapat memungkiri kalau dirinya menyesal. Menyesal karena pertemuan terakhirnya dengan Kyuhyun tak begitu baik. Padahal, dirinya hanya butuh waktu untuk menerima semua ini. Tapi …

Seohyun tersentak ketika menemukan tulisan Kyuhyun berjajar rapi dalam diary itu. Seohyun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kyuhyun?!

Dengan tenang, ia membaca kalimat itu satu per satu.. Mencoba memaknai apa yang ditulis namja itu. Kadang senyum kecil menyertai bibir Seohyun. Dan tak lama, Seohyun pun meneteskan airmatanya. Terlalu berat untuk Seohyun menerima semua ini. Ia benar-benar bingung. Kenapa semuanya bisa terjadi ? Kyuhyun mencintainya!

Berulang kali Seohyun membaca tulisan itu. Tetap sama. Tak ada yang beda sedikitpun. Padahal, Seohyun berharap, semua tulisan yang ia lihat sekarang, hanyalah imajinasinya. Bukan kenyataan ! Namun, semakin ia perhatikan, tulisan itu semakin mencoba memasuki celah-celah kecil di otaknya. Bahkan otaknya mampu menghapal kalimat yang menjadi inti dari semua tulisan dalam diary itu.

Saranghae … Seohyun- aahh … Saranghae …

            Kalimat itu begitu menusuk di hati Seohyun. Lagi-lagi Seohyun harus mengeluarkan airmata. Kali ini bukanlah airmata kesedihan, melainkan airmata kebahagiaan pertama yang ia terima dari Kyuhyun.

Menit berlalu. Seohyun masih terhanyut dalam lamunannya. Ia membayangkan bagaimana perasaan Kyuhyun saat ini ? Di Amerika ? Kyuhyun pasti sangat kesepian. Terlintas dalam pikiran Seohyun untuk menyusul Kyuhyun ke negeri itu. Tapi, percuma ! Sebenarnya bukan percuma. Hanya saja Seohyun malas kalau harus memohon kepada kedua orang tuanya. Ia lebih memilih untuk pasrah. Menunggu Kyuhyun sesuai janjinya dalam diary itu. Ya … Seohyun hanya akan menunggu. Menunggu cinta itu kembali menghampirinya. Dan saat itu, Seohyun akan menyambut cinta Kyuhyun dengan hatinya yang tak lagi terluka.

Menit kembali berganti. Seohyun memejamkan matanya. Mencoba menemui Kyuhyun dalam mimpinya. Seiring itu, hujan pun berhenti.

flashback end

***

            Cinta ketika tak habis bicara, kenapa harus ada yang tersakiti ?

            Cinta ketika harus diam apa adanya, kenapa harus menjadi hampa ?

            Cinta ketika ingin pergi meninggalkan segalanya, kenapa harus tangis yang tercipta ?  

            Inikah keajaiban cinta ?

            Bukan !

            Ini hanya sebuah klise kehidupan nyata …

            Bahwa kita memang butuh cinta dan harus menemukannya

            Karena cinta, tanpa kehadirannya, hanya akhir yang singgah …

 

            Kyuhyun, apa kau benar-benar akan kembali?

            Delapan tahun aku menunggumu

            Dan inilah musim dingin ke-25 kita yang akan menghampiri Seoul

                                                                                                                        Seororo (@_@)

Seohyun, 25 tahun sudah ia menghabiskan waktu di dunia ini. Namun baru 2 tahun ini hidupnya benar-benar terasa berguna. Tentunya bagi orang lain. Baginya, kini, hidup adalah untuk orang lain yang memang membutuhkannya. Ia tak ingin berpikir tentang apapun untuk hidupnya yang hanya sesaat ini.

Seohyun, yeoja dengan gelar Cum Laude saat lulus tahun kemarin, mulai merasa bahwa kehidupan di dunia ini adalah semata karena dirinya ada untuk orang lain. Bukan untuk dirinya sendiri. Tak heran, jika sekarang ia habiskan waktunya bersama anak-anak itu. Anak-anak yang tak lagi bisa mendapatkan kasih sayang orang tuanya layaknya anak-anak pada umumnya. Kadang ia berpikir bahwa dirinya memang kurang bersyukur kepada Tuhan. Bagaimana tidak? Sejak kecil ia selalu tidak ingin dilahirkan ataupun dibesarkan oleh kedua orang tuanya yang hanya mengejar uang. Bahkan mereka pun selalu menganggap bahwa uang adalah segalanya. Walau demikian, sekarang Seohyun sedikit mengerti. Ya … mengerti bahwa kasih sayang orang tuanya adalah seperti itu. Tidak salah memang! Hanya saja semua itu tidak sepenuhnya benar. Karena, menurutnya, masih ada kasih sayang lain yang lebih berharga dari sekedar uang. Cinta!

Mengingat cinta, Seohyun terpaksa harus kembali ke labirin masa lalunya. Cinta pertama … cinta yang sempat ia lupakan … namun sekarang cinta lalu itu datang kembali bersama musim dingin yang telah menghampirinya.

Dear Diary ….

            Dimana cinta itu ?

            Cinta yang hingga kini kutunggu

 

            Kyuhyun, seandainya besok kita ditakdirkan untuk bertemu

            Bagaimana pun keadaanmu …

            Satu hal yang akan kukatakan

            “I’ll always believe you …”

Seororo (@_@)         

Malam ini Seohyun merasakan suasana yang amat berbeda. Ada suatu daya tarik yang seakan membawanya ke labirin masa lalu. Hatinya seperti benar-benar ingin meninggalkan kehidupan ini dan kembali ke masa lalunya yang dulu. Tubuhnya bergemetar, jantungnya berdegup kencang dan semua terasa dingin.

Seohyun masih tak mengira jika besok ia akan menikah. Sejujurnya ia ingin menolak pernikahan itu, namun ia tidak sampai hati jika akan menyakiti Donghae yang selama ini selalu berada di sampingnya. Seohyun tidak tahu apakah keputusannya benar-benar tepat. Tapi ia tidak punya pilihan. Walaupun dalam hatinya ia selalu percaya jika Kyuhyun akan kembali, tapi apakah mungkin mereka bisa bersama. Bagaimanapun juga mereka masih bersaudara. Kebersamaan mereka pasti akan ditentang oleh pihak keluarga dan Seohyun tidak ingin hal itu terjadi.

***

            Pagi hari menjelang. Musim dingin kali ini sangat berarti bagi Seohyun. Seolah seperti mimpi jika ia sekarang tengah berdiri di altar untuk mengucapkan sebuah janji suci bersama namja pilihannya. Tidak bisa bohong, sebenarnya Seohyun tidak mencintai namja itu. Ya … ia selalu berpikir satu detik sebelum janji suci itu terucap, sosok yang selama ini ia nantikan akan datang dan meraih tangannya. Mungkin mustahil, tapi Seohyun selalu percaya pada sebuah keajaiban cinta. Dan ia selalu menunggu keajaiban cinta itu datang padanya.

Donghae tersenyum lembut sambil menatap dalam wajah Seohyun. Ia benar-benar bahagia karena sesaat lagi yeoja itu akan menjadi miliknya. Diraihnya tangan Seohyun, kemudian ia mencium punggung tangan Seohyun.

“Seohyun-ahh … sebentar lagi kita akan menikah …” ucap Donghae dengan penuh bahagia.

“Ne …” jawab Seohyun datar.

“Chankamma!” teriak seorang namja dari ujung pintu gereja. Namja itu berjalan perlahan, melewati semua para tamu undangan di dalam gereja. Ia sama sekali tidak peduli dengan tatapan semua orang yang tertuju padanya.

“Apakah aku boleh memohon padamu?” tanya namja itu begitu tiba di hadapan Donghae. Ia pun membungkukkan badannya untuk memohon pada Donghae. Hal itu membuat Seohyun tersentak. Ia benar-benar tidak percaya jika sosok itu akan kembali menemuinya. Kyuhyun?! Pekik Seohyun dalam hati.

“Ah, mianhae … Siapa kau??” tanya Donghae bingung.

“Aku Cho Kyu Hyun … Aku tahu mungkin ini sangat tidak sopan, tapi aku mohon padamu untuk membatalkan pernikahan ini …” ucap Kyuhyun tanpa ragu. Ia menatap mata Donghae dengan serius.

“Mianhae … apa maksudmu berbicara seperti itu?” tanya Donghae kembali.

“Aku mencintai Seohyun. Aku sudah lama memendam perasaan ini. Dan aku berjanji pada musim dingin tahun ini, aku akan kembali dan menyatakan cintaku padanya. Tapi janji itu mungkin tidak akan pernah bisa aku tepati jika kau menikahinya hari ini …”

“Tapi kami akan segera menikah … Kau tidak bisa memohon seperti itu padaku …”

“Aku mohon, berikan kesempatan itu padaku. Aku benar-benar mencintai Seohyun dan aku selalu dibayangi perasaan bersalah karena telah meninggalkannya …” Kyuhyun terus memohon. Kali ini ia berlutut di hadapan Donghae. Melihat hal itu, tangis Seohyun memecah. Hatinya kembali sesak. Ia tidak sanggup melihat Kyuhyun melakukan hal itu di hadapannya.

“Seohyun-ahh, aku benar-benar tidak mengerti. Apa kau mengenal namja ini?” tanya Donghae pada Seohyun.

Seohyun hanya diam. Ia tidak mampu mengeluarkan satu kata pun. Bagaimanapun juga semua ini terjadi seperti sebuah keajaiban. Dan keajaiban itu benar-benar membuatnya tidak mampu memilih.

“Seohyun, aku mohon jawab pertanyaanku … Apa kau mengenal namja ini? Dan apakah kalian menjalin sebuah hubungan?” tanya Donghae kembali pada Seohyun. Nada bicaranya begitu frustasi.

“Oppa … mianhae …” ucap Seohyun perlahan sambil menahan isak tangisnya.

“Dia adalah namja yang selama ini aku tunggu. Dia adalah musim dingin yang selama ini aku tunggu …” lanjut seohyun.

“Jadi, dia adalah musim dingin itu …”

Seohyun mengangguk. Hal itu membuat perasaan Donghae hancur. Perlahan, Donghae mengeluarkan air matanya. Ia tidak pernah mengira jika hal ini terjadi pada hari pernikahannya. Ditatapnya Kyuhyun masih tetap berlutut. Namja di hadapannya itu sama sekali tak menyerah.

“Bagaimana jika aku tidak mau mengabulkan permohonanmu?” tanya Donghae pada Kyuhyun.

“Kau mungkin tidak akan pernah mempertemukan Seohyun pada musim dinginnya yang sangat ia tunggu. Bagaimanapun juga ini musim dingin yang sangat berarti bagi dirinya …”

Mendengar ucapan Kyuhyun, Donghae semakin terpukul.

“Kau mungkin masih dapat bertemu dengan yeoja lain yang lebih mencintaimu daripada Seohyun. Tapi tidak untuk Seohyun, ia hanya menunggu dan berharap musim dinginnya kembali ke Seoul …” ucap Kyuhyun gemetar.

“Seohyun … musim dinginmu telah kembali. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin, kisah kita hanya sampai di sini. Dan kau akan melanjutkan kisahmu bersama musim dingin yang selama ini kau nantikan …”

“Oppa …”

“Kyuhyun, berdirilah! Aku tahu ini adalah hal gila yang akan dilakukan oleh seorang mempelai pria, tapi aku percaya bahwa aku akan bahagia jika orang yang aku cintai akan bahagia. Walaupun dia tidak bersama diriku …”

“Kamsahamnida …” jawab Kyuhyun penuh bahagia.

“Seohyun, impianmu selama ini tercapai. Kau benar-benar melalui musim dingin yang selama ini kau harapkan … Seperti sebuah peppermint yang menyejukkan perasaanmu, benarkah?” ujar Donghae pada Seohyun.

“Ne, Oppa … Kamsahamnida …” ucap Seohyun penuh haru. Ia tersenyum bahagia.

Tak lama, Kyuhyun meraih tangan Seohyun. Ia menatap dalam yeoja di hadapannya.

“Seohyun-ahh … aku kembali. So, would you be my queen in my peppermint winter?”

“Ne … I would … “

“Saranghae, Seohyun-aahh …”

“Nado saranghae …”

Seiring dengan butiran salju yang turun dengan lembut, Kyuhyun mencium lembut bibir Seohyun. Ia berusaha memberikan kehangatan untuk yeoja itu. Begitu juga dengan Seohyun. Baginya, musim dingin kali ini benar-benar berbeda. Ia merasakan tubuhnya tak begitu dingin, karena seseorang telah memeluknya erat dan memberikan segenap kehangatan yang ia butuhkan.

TBC

Berhubung yg part 2 bergenre (17+), jd author kasih PW. 

So, utk readers yg belum mencapai umur itu, mianhae yaa … cukup smp di sini bacanya.

Udah happy end koo =)

Jangan lupa komennya ya chingu 

Gomawo =D

#bow

Saranghae =)

***

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 77 other followers